Senin, 23 Mei 2022

SOAL LITARASI 41-46

 

Bacalah dengan saksama!

Bravo, Netta!


                                  

'Apa yang kau lihat, Netta?” Tepukan bahu itu mengagetkan Netta. Dia menolehkan kepala dan melihat sebaris gigi putih berjajar menyunggingkan senyum.

 “Oma, mengejutkan saja,” balasnya sambil mengalihkan pandangan ke laut lepas. Ia tak mau Oma mengetahui kekhawatiran yang ia rasakan. Oma selalu bisa membaca jalan pikirannya. Netta menghela napas panjang.Angin laut menari-narikan rambutnya yang panjang tergerai.

 “Netta, perhatikan burung itu,” ucap Oma sambil menunjuk burung gannet yang  sedang mengamati target ikan di bawah laut. Kemudian, ia terbang cepat, menyelipkan kedua sayapnya hingga lurus, dan menukik tajam ke dalam laut. Kami menunggu hingga burung itu kembali melesat ke udara. Kemudian, burung itu berkumpul dengan koloninya. Menarik diamati ketika hati sedang menari, tapi Netta sedang kacau. Bahkan, sekumpulan burung gannet bulu berwarna putih dengan ujung sayap berwarna hitam, paruh berwarna kebiru-biruan muda dan mata berwarna biru muda pun tak membuat Netta terpikat.

 “Kau tahu, Netta. Burung gannet hanya mau makan ikan sarden yang berada di laut dalam. Tentunya ia butuh perjuangan untuk mencapainya. Apa ia malas menyelam hingga kedalaman sepuluh meter? Tidak kan? Kau  lihat bagaimana ia terjun ke dalam laut, tentunya dengan kecepatan penuh dan ia tetap melakukannya,” Oma melirik Netta yang masih memainkan beberapa helai rambutnya.

 “Setiap makhluk punya keistimewaan. Tuhan telah merancang dengan sebaik-baiknya, tinggal kita mampu atau tidak memanfaatkannya,” itu lagi yang dibahas Oma. Andai saja hidup itu semudah burung yang memang ditakdirkan bisa terbang.

 “Netta, coba ingat lagi. Kau sudah sejauh ini melangkah, meninggalkan negerimu untuk meraih cita-citamu.  Jangan patah arang di tengah jalan, Sayang,” Oma memang bukan saudaraku, hanya orang tua asuh selama aku kuliah di Benua Eropa ini. Ya, sudah dua kali presentasinya ditolak Prof.  Smith. Materi itu  sudah ia  kerjakan selama dua bulan dengan hasil riset yang nggak kacangan.

 “Oma, aku harus bagaimana?” akhirnya Netta buka suara.

 “Oma tahu sendiri. Netta bolak-balik cari data, melakukan beberapa percobaan, bahkan sudah uji coba. Netta nggak tahu salahnya di mana?” tangis Netta pecah. Bulir-bulir itu pun menderas, bahunya berguncang hebat. Oma pun menyandarkan kepala Netta ke bahunya.

 “Jalan tak selamanya lurus dan mulus. Kadang ada tikungan, jalan menurun, berlubang, atau ada beberapa kerikil. Namun, ketika belum sampai tujuan bukankah para pengemudi masih melajukan kendaraannya hingga ke lokasi yang dituju?” kata Oma menenangkan Netta.

 “Netta, pelajari sekali lagi. Lihat catatan Prof. Smith, revisi, dan hadapi dia. Yakinlah pada kemampuan dan proses yang sudah kau lakukan,” Oma menggandeng Netta pulang. Beberapa burung gannet masih beradu di udara dan kembali melakukan atraksi rudalnya. Mereka tak pernah berhenti melakukannya berulang-ulang.

Penulis: Diah Erna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHASA INGGRIS NOMER 26-30

  Text for number 26-30   Turn to you ( Mother’s Day Dedication ) Justin Bieber You worked two jobs   To keep a roof up over our head...